Trataban - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga menjabat sebagai ketua umum parta Demokrat untuk pertama kalinya memberikan pendapat seputar pencapresan Jokowi. Beliau menanggapi keraguan sejumlah pihak terhadap prospek pemerintahan mendatang jika Gubernur DKI Joko Widodo yang menjadi Calon Presiden PDIP terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia mendatang.
Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pendapatnya di berbagai kesempatan, termasuk dari media laman sekretariat negara dan situs Youtube.
Susilo Bambang Yudhoyono meminta rakyat tidak perlu buru-buru menilai Jokowi tidak mampu, namun dia menyarankan Jokowi bisa menyampaikan pikiran, solusi, dan kebijakan-kebijakan diambilnya untuk mengatasi permasalahan bangsa yang begitu kompleks, ungkapnya melalui situs resmi Sekretariat Negara, dan Youtube yang disiarkan beberapa waktu yang lalu.
Selama ini SBY dinilai banyak diam atas kontestasi politik yang sedang terjadi, dilihat dari begitu jarangnya beliau memberikan komentar ataupun serangan politik ke pihak lain.
SBY juga menilai
rakyat tidak keliru jika mengharapkan Jokowi akan mudah didikte pihak
lain jika menjadi Presiden RI nanti, karena penting bagi Jokowi atau
siapa pun yang terpilih menjadi Presiden nanti untuk tidak tunduk pada
diktasi siapapun, entah pemilik modal, pihak-pihak tertentu, atau asing.
"Dengan cara beliau menyampaikan itu, berdebat di sana sini, rakyat akan tahu apa yang dimiliki oleh Pak Jokowi dan dimiliki oleh capres-capres yang lain. Dengan demikian, pada saatnya nanti akan bisa menentukan siapa yang dianggap paling baik dan paling tepat untuk menjadi Presiden setelah saya nanti," kata SBY.
Presiden SBY kembali menegaskan,
tidak ada yang boleh mengontrol dan mendikte seorang Presiden dalam
mengambil keputusan atau bersikap politik, baik urusan dalam negeri
maupun luar negeri.
SBY juga menyebutkan, selama 10 tahun menjadi Presiden dia tidak bisa didikte siapa pun. "Itu amanat saya. Itu sikap saya, meskipun saya diawasi oleh DPR, oleh lembaga-lembaga negara, dan rakyat," katanya.
"Oleh karena itu, ini jadi tantangan dan harapan saya. Tentu pengganti saya nanti betul-betul mendengarkan apa yang hidup di kalangan rakyat sekarang ini," pesan SBY.
Presiden SBY juga memberikan komentar seputar kisruh perjanjian batu tulis melalui youtube.
"Saya lebih bagus tidak berkomentar, yang lebih bagus yang menjelaskan Ibu Megawati sendiri. Kalau Pak Prabowo berbicara seperti itu, berikanlah penjelasan kepada publik dengan benar. Dengan demikian, rakyat mengetahui informasi yang sebenarnya," kata SBY.
Suhu politik kian memanas di era tahun pesta demokrasi ini.