Trataban.com, Jakarta – Laju IHSG pada perdagangan Jumat (17/10/2014) diprediksi berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981.
“Laju IHSG yang di awal sesi masih bergerak di zona merah seiring dengan imbas rilis NY empire state manufacturing index, retail sales, chain store sales, dan business inventories AS yang mengalami pelemahan,” kata Reza Priyambada, kepala riset Woori Korindo Securities Indonesia, Kamis (16/10/2014).
Akan tetapi, di sesi kedua, laju IHSG mampu berbalik menguat meskipun secara intraday perdagangan di menit-menit terakhir laju IHSG sedikit kembali masuk ke zona merah. “Posisi asing masih tetap jualan yang mencapai nett sell Rp327,04 miliar lebih tinggi dari sehari sebelumnya Rp183 miliar,” ujarnya.
Pada perdagangan Kamis (16/10/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
ditutup melemah 11,326 poin (0,228%) ke posisi 4.951,614. Sepanjang
perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 4.976,397 dan terendah
4.925,031.
Kembali melemahnya laju bursa saham Asia mengurangi ketahanan IHSG di zona hijau. Rupiah yang sempat kembali terapresiasi juga tidak cukup kuat mengimbangi laju IHSG.
“Hijaunya mayoritas sektor saham juga sempat membawa IHSG ke zona hijau namun, dengan kembalinya aksi jual pelaku pasar membuat hanya sektor industri dasar, properti, dan pertambangan yang menghijau,” papar dia.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Jumat (17/10/2014), IHSG berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981. Inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB).
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R sedikit mengalami penurunan.
Laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4.933-4.950) dan sempat melewati target resisten (4.967-4.975) meskipun gagal bertahan dan kembali berada di bawah target resisten tersebut.
“Laju IHSG mampu menutup utang gap 4.941-4.943 namun, gagal bertahan di zona hijau. Tetap mewaspadai potensi kelanjutan pelemahan jika laju bursa saham global tak kunjung membaik,” imbuhnya.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan beberap saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:
1. PT Bank Negara Indonesia (BBNI)
Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp5.425-5.700. Hanging man lewati area Middle Bollinger band (MBB). Target resisten 5.600 mampu berhasil bertahan yang didukung kenaikan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp5.550.
2. PT Summarecon Agung (SMRA)
Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp1.170-1.245. Shooting star lewati Middle Bollinger Band (MBB) melanjutkan penguatan sebelumnya yang diiringi kenaikan parabolic SAR. Resisten Rp1.195 sempat terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp1.200.
3. PT Elnusa (ELSA)
Saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp510-575. Belt hold di atas lower Bollinger band (LBB). Volume beli mulai meningkat diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp540.
4. PT Bank Tabungan Negara (BBTN)
Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp1.085-1.200. Target support Rp1.185 mampu ditahan diikuti masih berlanjutnya kenaikan Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama berada di atas Rp1.140.
5. PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN)
Saham PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp3.795-4.100. Three white soldier di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan volume beli. Maintained buy selama berada di atas Rp3.955.