Trataban - Mantan ketua umum partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengikuti gaya Muhamad Nazaruddin dalam upayanya menyeret pihak lain untuk ikut masuk kedalam penjara. Pihak lain yang dimaksudkan disini adalah mantan bosnya dulu di partai Demokrat, SBY.
Untuk diketahui,
sejak awal ditahan KPK, Anas sudah mulai menyeret nama 'orang istana'
dalam kasusnya. Namun, baru dua pekan terakhir ini, ia lantang menyebut
nama SBY dalam tiap kesempatan.
Seperti ketika dikonfirmasi hubungan kasus dirinya dengan pemanggilan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As'at Said Ali oleh KPK. Anas mengaku tak tahu, dan justru berkelakar soal SBY.
"Saya nggak tahu soal BIN. Saya tidak kenal (Said Ali), karena yang saya kenal Pak SBY dan Mas Ibas," kata Anas di kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Diberbagai
kesempatan Anas selalu menyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) saat ditanya kasus yang kini menyeretnya menjadi pesakitan KPK.
Anas sendiri hari ini dipanggil sebagai tersangka oleh KPK. Dia diduga menerima gratifikasi Hambalang dan tindak pidana pencucian uang.
jika kita masih
ingat cerita keris empu gandring yang sangat sakti, bisa jadi ini adalah
keris sakti yang akan memakan korban berikutnya.
Cara yang sama sebelumnya pernah juga dilakoni Nazaruddin saat mengungkap kasus dugaan korupsi Hambalang. Bahkan, jika ditanya sebagian kasus korupsi, Nazar selalu menyebut nama Anas yang menjadi otak kasus tersebut.
Prahara ditubuh partai berlambang bintang mersi ini mungkin akan terus berlanjut tanpa kita tahu kapan endingnya.
sumber: tribun