Gong kampanye terbuka untuk pemilu Legislatif baru saja dibunyikan, namun situasi politik di negeri ini sudah terasa sangat panas. Beberapa atau bisa jadi hampir semua partai terlibat dalam pelanggaran kampanye yang notabenenya dapat merugikan pihak pihak yang berkepntingan. mulai dari membawa anak anak saat kampanye berlangsung sampai aksi saling menjatuhkan antar capres kerap terjadi. dampak yang diakibatkan bukan hanya kepada partai politik, caleg tetapi juga kepada capres yang diusung masing masing partai.
kabar terkini dapat kita dengar adalah mengenai Jokowi yang dianggap sebagai boneka, beredarnya foto liburan ARB, Prabowo dan Wiranto yang kembali dikaitkan dengan peristiwa Tri Sakti dan berbagai rumor miring lainnya. Nampaknya jurus saling menjatuhkan dengan cara cara kotor masih lazim dilakukan dinegeri ini.
Jokowi
Pencapresan Jokowi melalui mandat yang ia terima dari ketum PDIP dinilai banyak orang sebagai sebuah bentuk dominasi kepentingan Mega terhadap Jokowi. Jokowi terkesan hanya menurut saja perintah atasan, yang jika kita cermati ini bisa berbahaya terhadap Indonesia jika sampai pemimpin negara ini masih disetir oleh pihak lain.
ARB
Sejatinya capres dari partai beringin ini sudah mendapatkan serangan dari awal deklarasinya. namun yang terbaru ini dinilai cukup hot, karena rival politiknya menggunakan wanita untuk menjatuhkannya. baru baru ini beredar foto ARB sedang berfoto bersama seorang aktris. maksud rivalnya mungkin ingin menjatuhkan citra baik yang selama ini ARB bangun.
Prabowo dan Wiranto
Dua capres dari dua partai yang berbeda ini mendapat serangan yang sama yaitu dikaitkan dengan peristiwa reformasi 1998. kedua jenderal ini diduga ikut bertanggung jawab atas jatuhnya korban saat itu.
Sejatinya cara cara seperti ini tidak layak kita lakukan jika kita ingin kualitas pemilu kita semakin meningkat dari waktu ke waktu. masyarakat lebih membutuhkan pendidikan politik yang santun dan bermartabat. bukan sajian berita keburukan orang.