Trataban- Meski sampai saat ini belum ada tanda tanda aktifitas gunung slamet yang membahayakan, namun status gunung tertinggi kedua dipulau jawa itu masih waspada. warga disekitar lereng gunung diminta tetap siaga dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi.
menurut pantauan tim trataban, tadi pagi telah terjadi letusan abu vulkanik dari kawah gunung sebanyak 1 sampai tiga kali. aktivitas ini memang sedikit lebih menurun jika dibandingkan dengan beberapa hari lalu yang bisa mencapai belasan letusan dalam sehari.
gunung Slamet yang berada di perbatasan empat kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Brebes itu memiliki ketinggian 3418 MDPL, sehingga perlu diwaspadai mengenai efek yang mungkin ditimbulkan.